Latest Entries »

Cyber Law

Cyber Law

IT Forensics

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Proposal Pengembangan Sistem Informasi

dosen cantik

dosen ini berinisial R.A dia mengajar di universitas gunadarma dengan mata kuliah testing dan inplementasi… hari ini dia menggunakan pakaian dan jilbab berwarna kuning, terlihat sangat ngepas , parasnya gak terlalu cantik, namun terlihat manis dan enak untuk dipandang.

dan kalau mengajar pun enak sekali, walau gak ngerti2 banget, tetep aja adem kalau melihatnya…

untuk ibu R.A ,,, 🙂

Profesi lulusan IT

Terkait dengan bidang Teknik Informatika, seluruh industri di Indonesia saat ini sudah membutuhkan teknologi informasi sebagai bagian tak terpisahkan dalam bisnis proses nya. Kondisi ini membutuhkan banyak profesional TI.

Gambaran lebih rinci pengguna lulusan Teknik Informatika antara lain:

Industri bisnis (manufaktur): Industri ini bergerak dalam bidang pembuatan produk. Misalnya saja industri pembuatan komponen mobil, industri pembuatan makanan ringan, dsb. Industri ini memiliki karaketristik yang umum, karena hampir semua pilar bisnis dijalankan oleh organisasi ini, mulai dari proses Manajemen SDM, Manajamen Logistik, Pemasaran, Accounting maupun Finansial.
Industri dalam domain spesifik: Industri ini memiliki karakteristik yang khas, karena bisnis yang dijalankan bersifat spesifik. Industri dalam kategori ini antara lain industri perbankan, industri keuangan, industri konstruksi, kesehatan, dsb. Proses bisnis yang dijalankan industri ini biasanya berbeda dengan industri yang lainnya dan membutuhkan pengetahuan yang spesifik.
Organisasi pemerintahan: Organisasi pemerintahan saat ini dituntut untuk menjalankan proses pemerintahan secara transparan dan accountable dalam rangka mencapai good governance. Selain itu pemerintah selalu dituntut agar memiliki efisiensi kerja dan mampu mengolah data masyarakat yang besar dan saling terkait. Dengan adanya amanat ini, organisasi pemerintahan juga banyak membutuhkan keahlian lulusan TI untuk dapat menerapkan teknologi informasi agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
Software house: merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengembangan software. Perusahaan dengan tipe ini membutuhkan lulusan TI yang memiliki kemampuan dalam rekayasa perangkat lunak, terutama kemampuan pemrograman komputer.
Perusahaan Jasa, khususnya Konsultan TI: merupakan perusahaan yang memberikan jasa layanan konsultasi ke klien. Lulusan TI dibutuhkan untuk dapat membantu penerapan teknologi informasi terkini kepada klien.
Pendidikan dan Penelitian: merupakan organisasi yang lebih banyak bergerak dalam pengembangan ilmu pengetahuan terkait bidang Teknik Informatika. Perkembangan teknologi informasi yang pesat belum diiringi dengan kemampuan penyerapan teknologi tersebut oleh bangsa Indonesia.

Beberapa profesi lulusan program studi Teknik Informatika antara lain:

Techno enterpreneur
Auditor TI
Konsultan TI
Pengembang dan Desainer TI
System administrator
Network administrator
Database administrator
Software architect
Software engineer

Referensi :

http://karangjunti.org/2009/10/21/minat-kerja-keluar-negeri-ternyata-banyak-di-minati-lulusan-d1s1/

Apa itu cybercrime ?

cyber = dunia digital/maya
crime = tindak kejahatan

Definisi

Segala sesuatu, yang direncanakan, dirancang dan dilakukan secara tidak sengaja maupun tidak sengaja untuk memanipulasi dunia maya baik dengan cara memanipulasi situs atau melakukan pendekatan dengan suatu komunitas.

Sasaran

Segala sesuatu yang dapat dijadikan target, baik berupa personal/lembaga maya maupun nyata dengan memanfaatkan celah kemanan dan kelengahan yang ada

Motivasi

Kebanggaan, uang dll

Teknik

Menjaring korban melalui modus operandi tersamar. Dilakukan dengan membangun sebuah blog, jaringan sosial sejenis facebook, friendster, dll.

Mencari celah kemanan sebuah online banking, online trading , online dating

Pencegahan

Jangan percaya apapun yang ada di dunia maya 100%. Selidiki kebenarannya.

Administrator situs2 harus menganalisis system mereka, terutama yang menyediakan fasilitas jual beli online

Dasar hukum

UU ITE & UU pidana lainnya yang menyangkut penipuan.

Yang berwenang menangani

Kepolisian divisi Cybercrime, Interpol *

Jenis – Jenis Cybercrime :

Ada banyak jenis cybercrime yang terjadi di dunia global dan beberapa di antaranya telah sering terjadi di Indonesia, antara lain :

1. HACKING
Adalah kegiatan menerobos program komputer milik orang/pihak lain. Hacker adalah orang yang gemar ngoprek komputer, memiliki keahlian membuat dan membaca program tertentu, dan terobsesi mengamati keamanan (security)-nya.

2. CRACKING
Sebutan untuk “cracker” adalah “hacker” bertopi hitam (black hat hacker). Berbeda dengan “carder” yang hanya mengintip kartu kredit, “cracker” mengintip simpanan para nasabah di berbagai bank atau pusat data sensitif lainnya untuk keuntungan diri sendiri. Meski sama-sama menerobos keamanan komputer orang lain, “hacker” lebih fokus pada prosesnya. Sedangkan “cracker” lebih fokus untuk menikmati hasilnya.

3. DEFACING
Adalah kegiatan mengubah halaman situs/website pihak lain, seperti yang terjadi pada situs Marketiva malaysia, Partai Golkar, BI baru-baru ini dan situs KPU saat pemilu 2004 lalu. Tindakan deface ada yang semata-mata iseng, unjuk kebolehan, pamer kemampuan membuat program, tapi ada juga yang jahat, untuk mencuri data dan dijual kepada pihak lain.

4. CARDING :
Adalah kegiatan berbelanja menggunakan nomor dan identitas kartu kredit orang lain, yang diperoleh secara ilegal, biasanya dengan mencuri data di internet. Sebutan pelakunya adalah “carder”. Caranya para carder menawarkan barang-barang seolah-olah hasil carding-nya dengan harga murah di channel. Misalnya, laptop dijual seharga Rp 1.000.000. Setelah ada yang berminat, carder meminta pembeli mengirim uang ke rekeningnya. Uang didapat, tapi barang tak pernah dikirimkan.

5. FRAUD
Merupakan kejahatan manipulasi informasi dengan tujuan mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya. Biasanya kejahatan yang dilakukan adalah memanipulasi informasi keuangan. Sebagai contoh adanya situs lelang fiktif. Melibatkan berbagai macam aktivitas yang berkaitan dengan Fraud kartu kredit. Carding muncul ketika seseorang yang bukan pemilik kartu kredit menggunakan kartu kredit tersebut secara melawan hukum. contoh ” credit card fraud, money laundering “

6. SPAMMING
Adalah pengiriman berita atau iklan lewat surat elektronik (e-mail) yang tak dikehendaki. Spam sering disebut juga sebagai bulk email atau junk e-mail alias “sampah”. Meski demikian, banyak yang terkena dan menjadi korbannya. Yang paling banyak adalah pengiriman e-mail dapat hadiah, lotere, atau orang yang mengaku punya rekening di bank di Afrika atau Timur Tengah, minta bantuan “netters” untuk mencairkan, dengan janji bagi hasil. Kemudian korban diminta nomor rekeningnya, dan mengirim uang/dana sebagai pemancing, tentunya dalam mata uang dolar AS, dan belakangan tak ada kabarnya lagi. Seorang rector universitas swasta di Indonesia pernah diberitakan tertipu hingga Rp1 miliar dalam karena spaming seperti ini.

7. CYBER PORNOGRAPHY
Adalah Pornografi yang dilakukan di internet, dapat diakses secara bebas. Ada yang membayar terlebih dahulu melalui pendaftaran dan pembayaran dengan kartu kredit, namun ada juga yang gratis. Situs ini dapat diakses dengan bebas, meskipun mereka yang mengakses ini masih belum cukup umur. Kafe internet ataupun di penyedia layanan internet lainnya tidak ada aturan pembatasan umur, pembatasan akses, dan aturan lain yang membatasi akses negatif.

8. ONLINE GAMBLING
Biasa juga di sebut sebagai Internet gambling, kegiatan ini terjadi karena peletakan taruhan pada kegiatan sport atau kasino melalui Internet. Kadang-kadang juga digunakan untuk tempat iklan di Internet bagi taruhan sport lewat telepon. Online game yang sesungguhnya sebetulnya jika seluruh proses baik itu taruhannya, permainannya maupun pengumpulan uangnya melalui Internet.

solusi
setelah mengetahui berbagai jenis kejahatan dunia maya tersebut, kita dapat mengetahui cara kerja dan apa yang dilakukan oleh para pelaku cyber crime tersebut, sehingga kita dapat mengetahui tindakan prepentif yang seharusnya kita lakukan, semoga info ini dapat berguna bagi kita agar kita dapat terhindar dari kejahatan cyber crime. pelajari cara kerja mereka dan kita akan terhindar dari tindak kejahatan mereka

Sumber :

http://www.duniamaya.org/index.php/security/kejahatan-dunia-maya-cybercrime/

justdamon.blogspot.com/2011/11/jenisjeniscybercrime.html

http://www.lintasberita.com/Teknologi/Pengertian_Cyber_Crime

What

Etika berhubungan dengan perilaku manusia. Manusia itu yakin dan wajib berbuat baik dan menghindari yang jahat. Oleh karena itu dalam etika mempermasalahkan hal-hal seperti: apakah yang disebut baik itu, apakah yang buruk itu, apakah ukuran baik dan buruk itu, apakah suara batin itu, mengapa orang terikat pada kesusilaan.

Profesionalisme adalah suatu kemampuan yang dianggap berbeda dalam menjalankan suatu pekerjaan . Profesionalisme dapat diartikan juga dengan suatu keahlian dalam penanganan suatu masalah atau pekerjaan dengan hasil yang maksimal dikarenakan telah menguasai bidang yang dijalankan tersebut.

CIRI-CIRI PROFESIONALISME

Di bawah ini dikemukakan beberapa ciri profesionalisme :

1. Profesionalisme menghendaki sifat mengejar kesempurnaan hasil (perfect result), sehingga kita di tuntut untuk selalu mencari peningkatan mutu.

2. Profesionalisme memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja yang hanya dapat diperoleh melalui pengalaman dan kebiasaan.

3. Profesionalisme menuntut ketekunan dan ketabahan, yaitu sifat tidak mudah puas atau putus asa sampai hasil tercapai.

4. Profesionalisme memerlukan integritas tinggi yang tidak tergoyahkan oleh “keadaan terpaksa” atau godaan iman seperti harta dan kenikmatan hidup.

5. Profesionalisme memerlukan adanya kebulatan fikiran dan perbuatan, sehingga terjaga efektivitas kerja yang tinggi.

Beberapa pengertian tentang etika profesi

1. Merupakan hasil pengaturan diri profesi yang bersangkutan dan ini perwujudan moral yang hakiki, yang tidak dapat dipaksakan dari luar.

2. Dapat berlaku efektif apabila dijiwai oleh cita-cita dan nilai-nilai yang hidup dalam lingkungan profesi itu sendiri.

3. Merupakan rumusan norma moral manusia yang mengemban profesi itu.

4. Tolak ukur perbuatan anggota kelompok profesi.

5. Merupakan upaya pencegahan berbuat yang tidak etis bagi anggotanya

Why

Kode Etik ini menekankan agar software engineer (IT profesional) memiliki komitmen yang tinggi untuk menjaga agar profesinya adalah profesi yang bermanfaat bagi masyarakat dan merupakan profesi yang terhormat. Komitmen ini tercermin pada saat seorang software engineer melakukan kegiatannya dalam membangun software, mulai dari melakukan analisa, membuat spesifikasi, membuat design, melakukan coding, testing maupun pemeliharaan software.

Pada setiap kegiatan tersebut, peran software engineer sangat penting, karena ia turut menentukan hasil akhir dari suatu pengembangan system. Dengan kata lain, dia berada dalam posisi untuk berbuat kebaikan atau berbuat yang merugikan orang lain. Untuk itulah pentingnya Kode Etik ini diterapkan oleh setiap individu software engineer.

When

Kapan etika dan profesionalisme TSI ini diterapkan?

etika dan profesionalisme TSI ini diterapkan dimana pada saat para IT profesional ini melakukan kegiatannya yang ditujukan khusus kepada Software Engineer sebagai salah satu bidang yang perannya makin meningkat di IT.

Who

Kalau kita melihat Kode Etik seperti yang disebutkan di atas, ada lima aktor yang perlu diperhatikan:

Publik

Client

Perusahaan

Rekan Kerja

Diri Sendiri

Referensi :

1. http://fioraharahap.blogspot.com/2010/03/etika-dan-profesionalisme-tsi.html

2. http://www.scribd.com/doc/55620512/Pengertian-Etika

3. http://atensblog.blogspot.com/2010/03/tugas-etika-dan-profesionalisme-tsi.html

Tugas Softskill

Disunting oleh :
Ari Wahyudi
Ilhammuddin
Narendra Paskarona
Wisnu Pradityo

Tugas SPK

Seorang pengusaha meubel akan memroduksi meja dan kursi yang menggunakan bahan dari papan kayu dengan ukuran tertentu. Satu meja memerlukan bahan 10 potong dan satu kursi memerlukan 5 potong papan. Papan yang tersedia ada 500 potong. Biaya pembuatan satu meja Rp. 100.000,- dan biaya pembuatan satu kursi Rp. 40.000,- anggaran yang tersedia Rp. 1.000.000,-.

Formulasikan dan selesaikan masalah ini !

Formulasinya