Adanya konvergensi teknologi informasi dengan teknologi telekomunikasi membuat teknologi telah memudahkan aktivitas manusia. Teknologi komunikasi khususnya selular telah berkembang pesat di Indonesia, hal ini dimungkinkan dengan penetrasi pasar yang besar terhadap kebutuhan telekomunikasi khususnya yang sifatnya mobile. Mobilitas dan trend mungkin yang menjadi faktor utama dari suksesnya teknologi ini, mobilitas merupakan keunggulan utama teknologi selular dibandingkan dengan telepon tetap. Setiap pelanggan dapat mengakses dimana saja, kapan pun ia berada. Selain itu komunikasi tidak hanya berupa suara namun juga data dan gambar yang berujung pada multimedia.
Industri selular tak pelak menyajikan perkembangan signifikan dalam kehidupan manusia. Industri selular bahkan disebut sebagai industri yang vibrant, suatu turbulent sector yang terus mengalami pertumbuhan dan “getarannya” membawa dampak luar biasa bagi perkembangan industri lain, meskipun harus menghadapi perubahan-perubahan teknologi, kebijakan dan struktur pasar.
Teknologi selular yang berkembang cepat telah menciptakan paradigma baru dalam berkomunikasi. Belakangan muncul istilah smartphone di mana arti sebuah ponsel pun menjadi semakin luas, ponsel berevolusi menjadi perangkat pintar yang dapat melakukan berbagai fungsi tambahan. Menyunting dokumen, memainkan game, berlangganan berita online hingga mentransfer sejumlah uang kini dapat dilakukan dengan mudah hanya dengan memanfaatkan sebuah telepon genggam.
Fungsi ponsel yang sudah multiguna itu tentu saja tidak lepas dari peran berbagai pihak di dalamnya. Tak hanya operator dan vendor yang merupakan pemain utama, peran para pengembang aplikasi pun menjadi semakin sentral sebab berkat tangan mereka-lah kemampuan ponsel bisa semakin cerdas.
Telekomunikasi selular mengalami perkembangan yang sangat pesat yaitu
ditandai dengan perkembangan jumlah pelanggan, perkembangan teknologi dan layanan. Dari segi perkembangan pelanggan, pertumbuhan pelanggan telepon selular mengalami peningkatan yang menakjubkan dibanding pertumbuhan dari industri-industri lainnya. Angka pertumbuhan pelanggan telepon selular secara global mencapai 30% per tahun.
Dari sisi teknologi, teknologi telekomunikasi selular telah mengalami evolusi mulai dari generasi (1G) berkembang dengan munculnya teknologi generasi berikutnya (2G dan 3G). Saat ini bahkan sudah mulai kajian dan persiapan standarisasi teknologi dan layanan generasi keempat (4G). Perkembangan teknologi selular tersebut adalah dalam rangka menyediakan kapasitas dan transfer data yang lebih tinggi sehingga mampu mendukung adanya kebutuhan akan layanan yang memerlukan transfer data berkecepatan tinggi, misalnya layanan multimedia.
Pada layanan 4G (generasi keempat), kecepatan akses data yang tinggi dan full mobile di tingkatkan lagi menjadi 10Mbps, 30Mbps dan 100Mbps yang semula hanya 2Mbps pada layanan 3G (generasi ketiga). Kecepatan akses tersebut didapat dengan menggunakan teknologi OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) dan Multi Carrier. Di Jepang layanan generasi keempat ini sudah di implementasikan.
Teknologi GSM dengan GPRS nya akan tersaingi dengan content pada CDMA karena keterbatasan akan lebar data dan aplikasi multimedia pada teknologi GSM. Kelebihan teknologi berbasis GSM diindonesia adalah coverage yang luas dan roaming jelajah yang sangat luas baik dalam negeri bahkan seluruh dunia, sedangkan CDMA relatif masih terbatas.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi bagi kepentingan pembelajaran sudah diterapkan dalam berbagai bentuk. Penerapan yang paling umum dilakukan adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk membuat materi pengajaran, penyampaian bahan ajar maupun komunikasi dengan siswa.
Pada saat ini muncul wacana baru pengembangan pembelajaran mobile learning. Istilah mobile learning (m-Learning) mengacu kepada penggunaan perangkat teknologi informasi (TI) genggam dan bergerak, seperti PDA, telepon genggam, laptop dan tablet PC, dalam pengajaran dan pembelajaran. M-Learning merupakan bagian dari electronic learning (e-Learning) sehingga, dengan sendirinya, juga merupakan bagian dari distance learning (d-Learning).
M-Learning adalah pembelajaran yang unik karena pembelajar dapat mengakses materi pembelajaran, arahan dan aplikasi yang berkaitan dengan pembelajaran, kapan-pun dan dimana-pun.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pengembangan m-Learning adalah bahwa tidak semua konten pembelajaran konvensional maupun konten pembelajaran e-Learning akan dapat ditransformasikan ke dalam konten m-Learning.
Pengembangan pembelajaran mobile learning merupakan wacana baru yang masih perlu dieksplorasi dan dikaji lebih jauh sehingga nantinya dapat dihasilkan model pembelajaran berbasis mobile yang efektif, murah dan terjangkau.
Bila pendidikan jarak jauh dipandang sebagai cara untuk mencapai pemerataan pendidikan, industri selular dapat menyalurkan kontribusinya di sini. Setidaknya, akses untuk mendapat kesempatan mengenyam pendidikan yang setara terfasilitasi oleh hadirnya industri selular. Selain itu, industri selular pun tidak akan bisa melakukan diskriminasi layanan terhadap peserta didik. Besar kecilnya penggunaan jadinya lebih ditentukan oleh motivasi peserta didik dalam memanfaatkan fasiltias e-learning.
Penetrasi relasional antara pemerintah dan industri selular menjadi layak diuji untuk mengkaji kontribusi industri selular terhadap dunia pendidikan. Berkaca pada usaha yang dilakukan pemerintah Pakistan, upaya mendekatkan kontribusi industri selular ke dunia pendidikan dapat dilakukan melalui tujuh hal. Ketujuh hal ini tercakup dalam suatu action plan yang berisi kewajiban bagi semua carriers untuk melakukan layanan secara universal, deregulasi telekomunikasi, pembuatan kebijakan industri selular, pengadopsian wireless local loop, pengembangan local content, akses tepat untuk perangkat lunak dan kemudahan akses publik terhadap informasi.
Berbeda dengan kontribusi industri selular terhadap peningkatan kehidupan ekonomi dan industri dalam negeri, sumbangsih terhadap dunia pendidikan tentunya tidak dapat dengan mudah dan cepat diukur keberhasilannya. Hal ini kiranya baru dapat dirasakan suatu waktu nanti, saat industri selular benar-benar sudah menyatu dengan produk dunia pendidikan. Namun mau tidak mau harus diakui, hadirnya industri selular telah berjasa dalam memudahkan proses transfer of knowledge dan mendekatkan pencapaian target pemerataan pendidikan.
Secara nyata, industri selular telah hadir dengan beragam perkembangan teknologi dan dampaknya bagi kehidupan keseharian masyarakat serta bagi kehidupan manusia pada umumnya. Dampak positif dapat diidentifikasi dari kontribusi yang diberikan industri selular, yang dikaitkan dengan kehidupan ekonomi, dunia industri dan dunia pendidikan.