Sistem yang pernah saya analisis yaitu mengenai perbandingan sistem pengapian pada motor Honda grand menggunakan koil standar pabrikan dengan koil racing merk KITACO. Sistem pengapian ini meliputi sumber arus (batery/accu atau generator), kunci kontak, CDI/platina, Koil, kabel dan busi. Tegangan tinggi menimbulkan pengapian koil yang mempunyai dua belitan, belitan tegangan rendah dan tegangan tinggi. Kedua-duanya membeliti sekeliling suatu inti, jika titik kontak menutup, arus aliran melalui belitan tegangan rendah dan inti menjadi magnit. Lapangan magnit menurun dengan sangat cepat apabila titik kontak terbuka dan dengan lapangan magnet berubah induksi tegangan tinggi dalam belitan tegangan tinggi, tenaga magnetik berubah menjadi tenaga listrik sehingga tegangan dapat naik sampai sekitar 25.000 Volt. Berdasarkan bentuk serta kegunaannya koil dapat dibedakan menjadi beberapa bagian:
1. Desain Koil Standart
Koil pengapian ini digunakan untuk pengapian tegangan tinggi pada mesin sepeda motor, guna mengurangi gangguan dari luar konstruksi koil tersebut dibungkus dengan plastik yang dicairkan dan dilekatkan dengan konstruksi bentuk standart.
2. Desain Koil pengapian performance tinggi (Koil Racing)
Koil ini sedikit berbeda dengan koil standart dimana koil ini sengaja diciptakan untuk menghasilkan tegangan yang tinggi guna menyempurnakan proses pembakaran yang terjadi pada ruang bakar.
Dalam beberapa hal koil pengapian performance tinggi tidak mampu mengurangi panas yang diakibatkan dari tagangan listrik keudara luar. Koil yang sedemikian itu tidak dapat dibuat dengan ukuran yang lebih besar untuk memberikan permukaan radiasi lebih. Meskipun demikian, sebagai jawaban atas masalah itu penghambat penyekat primer dikurangi lewat penggunaan kumparan tembaga yang lebih besar. Dengan demikian pembatasan koil puncak bentuk aliran total rangkaian resistor tidak mengalami perubahan, tahanan seri tersebut mengurangi beban panas pada koil pengapian karena aliran panas dibangkitkan pada resistor. Dengancara itu energi pengapian yang tersedia memadai sebagai pengganti pengurangan energi baterai sewaktu-waktu. Proses itu dinamakan “dorongan start tegangan”.
Hasil dari analisis system ini yaitu
1.Penggunaan koil racing memperoleh hasil unjuk kerja mesin yang lebih baik dibanding koil standart pabrikan.
2. Penggunaan koil racing menghasilkan daya yang lebih baik dan tinggi pada setiap putaran mesin dibanding koil standart, hal ini disebabkan proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara yang terjadi dalam ruang bakar lebih baik atau lebih cepat sehingga daya yang dihasilkan menjadi tinggi pula.
3.Koil Racing mengkonsumsi bahan bakar lebih sedikit (irit) dibandingkan Koil Standart Pabrikan akan tetapi merk BOSCH mengkonsumsi bahan bakar yang paling sedikit(irit) dibanding kedua koil yang lain,
4. Dalam penelitian diketahui bahwa Koil Racing BOSCH menghasilkan Unjuk Kerja Mesin yang terbaik, diikuti oleh Koil Racing KITACO K2R dan ketiga dihasilkan oleh Koil Standart Pabrikan.

Setelah menganalisis system ini saya sangat senang karena saya menjadi tahu bagaimana system pengapian dan juga manfaatnya dengan menggunakan koil racing pada kendaraan bermotor.